Mengenal

Kebetulan bangett bangett, hari ini aku habis ngikutin sebuah sesi yang menurutku penting banget dalam menjalin hubungan (hubungan disini berarti luas ya, ga mulu-mulu soal cinta, hihi)

Sekedar fun fact tulisan ini ditulis tanpa ada draft khusus, bisa dibilang semacam curhat session gitu kali ya.

Oke, kali ini sebenernya aku cuma mau share pengalaman aku ketika sedang di dalam masa "mengenal". Btw orang yang aku omongin ini cewe ya, just for your information aja wkwkwk.

Awal mula nya aku ketemu sama anak ini di masa menjelang kegiatan kepramukaan, bisa dibilang semacam lomba lah. Kebetulah di situ aku berkesempatan buat nge-bimbing anak anak yang mau ikut lomba dengan alasan aku udah pernah punya pengalaman sebelumnya.

Ada banyak anak tentunya, tapi gatau kenapa first impression aku ke anak ini beda. Menurutku secara pribadi dia anak yang judes, galak, tidak begitu menyenangkan dan aku menaruh pandangan bahwa

aduh, kayaknya aku gabisa deh deket sama anak ini, pasti susah

Aku kekeuh sama pemikiran ku waktu itu. Kalo orang yang dari luar aja keliatan susah dideketin ya ngapain kita berusaha, yang tentu aja pemikiran kayak gitu salah.

Latian-latian terus kita lakuin. Yah frekuesi ketemu kita jadi bertambah dari yang biasanya ga pernah ketemu jadi sering ketemu. Kalian tau? Ternyata dia ga seburuk yang aku pikirin sebelumnya, dia ga sejudes itu, bahkan engga sama sekali.

Bahkan sekarang dia jadi salah satu orang terdekatku yang masih sering ketemu, kontak kontakan, ngobrol, curhat, berbagi kesulitan, saling support dan bahkan orang tuaku udah nganggep dia anaknya sendiri. WOW, I've never expect that before. 

Nah, jadi sebenernya apa yang pengen aku share dari pengalamanku tadi adalah

kadang, ada waktunya kita untuk tidak ber-ekspektasi

Kenapa? Karna kadang ekspektasi itu membunuh segalanya.

Ketika kita berekspektasi ke sifat orang, pandangan orang, perlakuan orang ke kita, ke suatu acara dan lainnya. Lalu semuanya beda, ga sesuai apa yang kita harapkan, kita berakhir men judje, kita tidak memberi kesempatan diri kita untuk melihat hal-hal lain yang sebenernya ga seburuk itu. Cukup taruh ekspektasi itu ke diri kita sendiri.

Waktu itu aku pernah denger Raditya Dika ngomong gini pas talkshow di FISIP UI lewat youtubenya. Dia bilang bahwa 

"fokus kepada hal yang bisa lo ubah, bukan kepada hal yang gabisa lo ubah"

fokus ke orientasi kedepan, bukan ke hal yang diluar kuasa kamu. Kamu bisa merubah masa depanmu, tapi kamu ga bisa merubah keputusan orang lain. 

Maka dari itu cobalah untuk mengenal, kasih usaha lebih. Daripada kita berekspektasi dan memaksa orang menjadi yang kita mau, coba untuk kita yang memulai.





Comments

Popular posts from this blog

Rindu